Social Icons

Pages

Featured Posts

Senin, 04 Februari 2013

4 Ekor Anjing Dieksekusi Di Papua

 (Bobby Sant)




Kami menerima berita dari Indra seorang dog lover di Papua kalau hari ini dinas karantina Papua baru saja mengeksekusi 4 ekor anjing yang dikirim dari Surabaya melalui kapal laut penumpang. Eksekusi ini dilakukan di Kantor Karantina Hewan, Kotapraja - Jayapura, Papua.

Anjing-anjing ini tertangkap petugas karantina pada tanggal 5 Januari 2013. Sebelumnya, pecinta anjing di Papua sudah melakukan pendekatan ke dinas karantina agar anjing-anjing tersebut tidak dieksekusi melainkan dipulangkan ke kota asalnya atau anjing-anjing tersebut dimiliki oleh pemerintah daerah Papua yang mana mungkin akan berguna bagi mereka, tetapi dinas karantina tetap melakukan eksekusi.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Provinsi Papua Nomor 4 Tahun 2006 (http://hukum.unsrat.ac.id/perda/perdapapua_4_2006.htm), provinsi ini melarang masuknya hewan penular Rabies seperti anjing, kucing atau kera. Pada pasal 3 ayat 1 tertulis bahwa Pemerintah Provinsi berkordinasi dengan pimpinan karantina berkewajiban untuk menolak pemasukan dan pemusnahan hewan penular Rabies. Dan pada ayat 2 tertulis "Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan di luar wilayah karantina". Kalau dilihat dari pasal 3 ayat 2 ini, jelas ditulis kalau hewan pembawa Rabies yang tertangkap harus ditolak dan atau dimusnahkan di luar wilayah karantina yang dalam hal ini adalah Provinsi Papua. Artinya, begitu kedapatan hewan pembawa Rabies maka dinas karantina wajib melarang hewan tersebut untuk turun dari angkutan pembawanya untuk dibawa kembali ke kota asalnya dan atau melakukan eksekusi di luar wilayah Papua.

Pemilik anjing yang dieksekusi juga sudah menanyakan ke dinas karantina, mengapa anjing-anjing tersebut tidak diperiksa darahnya terlebih dahulu untuk mengetahui apakah ada virus Rabies atau tidak?. Dalam peraturan daerah tersebut, memang tidak dibahas anjing atau hewan yang masuk untuk diperiksa darahnya terlebih dahulu tetapi diharuskan untuk dikirim kembali ke kota asalnya atau dilakukan pemusnahan. 

 Jika hewan penyebar Rabies dibawa masuk ke wilayah karantina (Papua) dan dieksekusi di kantor dinas karantina yang lokasinya berada di wilayah karantina (Papua), maka (mungkin) dinas karantina melakukan pelanggaran. Ditegaskan kembali dalam pasal 7 :

1) Setiap orang yang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud  dalam Pasal 4 dapat dikenakan sanksi berupa tindakan perintah pengembalian hewan ke daerah asal atau pemusnahan

(2) Sanksi berupa tindakan perintah pengembalian hewan penular Rabies dilakukan oleh petugas karantina dalam hal hewan tersebut masih berada di atas kapal/pesawat/ angkutan darat dalam wilayah karantina.

(3) Sanksi berupa perintah pemusnahan hewan penular Rabies dilakukan petugas karantina dalam hal hewan tersebut masih berada di atas kapal/pesawat/angkutan darat dalam wilayah karantina.

(4) Sanksi berupa pemusnahan hewan penular Rabies yang telah berada di luar wilayah  karantina dapat dilakukan oleh Dinas dan atau berkoordinasi dengan karantina.  


Berita ini tentu saja sangat meremukkan hati kita sebagai pecinta anjing dan kita tidak mau hal ini terjadi kembali. Agar hal ini tidak terjadi kembali maka sebaiknya pecinta anjing di manapun berada terutama di daerah yang memiliki peraturan daerah seperti ini untuk tidak mencoba melakukan pengiriman anjing karena hal ini melanggar hukum pidana. Pada pasal 8, tertulis : 
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan Pasal 4, diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.0000.0000,00 (lima puluh juta rupiah).

(2) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pelanggaran.   

Memang, anjing-anjing yang dieksekusi ini tidak terjangkit virus Rabies tetapi dalam perda ini sudah tertulis dengan jelas kalau perda ini dengan tegas melarang masuknya hewan pembawa Rabies. Anjing termasuk hewan yang bisa terkena/pembawa virus Rabies. Walaupun anjing tersebut bebas virus Rabies, mereka tetap dilarang secara hukum untuk memasuki wilayah ini.

Kupir Dan Prosesnya

Oleh Bobby Sant

Kupir (cropping ear) adalah kata sebutan untuk menyebut pemotongan daun telinga untuk anjing. Di Negara Eropa, kupir sudah dilarang secara hukum. Hal ini dilakukan untuk menjaga hak asasi hewan. Tapi dikalangan penggemar anjing trah, keputusan tersebut sangat disesalkan. Pelarangan kupir menyebabkan populasi anjing yang dikupir menurun, dan jumlah peserta pameran anjing trah yang dikupir juga menurun. Mengapa pelarangan kupir ini menyebabkan 2 hal tersebut? .Para breeder dan penggemar anjing trah yang dikupir mengatakan bahwa anjing tersebut sudah tidak indah lagi sehingga tidak enak untuk dipandang. Coba anda bayangkan seekor Dobermann yang tidak dikupir, apakah wajahnya tidak akan seperti anjing Dachshund (Tekel)?
Bagi penggemar yang berdomisili di Negara yang sudah melakukan pelarangan kupir biasanya mereka akan mengirim anjingnya ke Negara yang tidak melakukan pelarangan kupir untuk mejalakan operasi kupir. Setelah selesai dikupir baru di kirim lagi ke Negara asal. Kesulitan baru dihadapi jika organisasi kinologi juga ikut melarang anjing yang dikupir untuk turut serta dalam pameran apalagi kalau juri yang diundang juga menyetujui pelarangan kupir.

Fungsi Kupir
1. Untuk kebutuhan kosmetik (keindahan)
Seperti trah Dobermann, Miniature Pincher, Schnauzer, Fox Terrier, Great Dane, dan lain lain akan lebih indah dilihat jika daun telinga mereka di buang sedikit. Daun telinga yang sebelumnya turun atau terlalu besar ukurannya akan menjadi berdiri tegak dan bentuknya lebih indah. Bentuk kepala akan lebih terlihat jelas. 

2. Untuk kebutuhan fungsi
Kupir dilakukan untuk beberapa trah anjing seperti Dobermann, American Pit Bull Terrier, Boxer, Dogo Argentino, dan lain-lain untuk mempertegas wajah seramnya, dan mencegah luka pada telinga jika berkelahi. Seperti Boxer atau Dobermann yang di breed khusus sebagai anjing penjaga, akan lebih seram raut wajahnya jika dikupir. Hal ini akan mempengaruhi psikiologi musuh yang dihadapi. Tetapi jika tidak dikupir, bukankah anjing Dobermann akan terlihat seperti anjing Dachshund yang sangat manis dan manja ?. Anjing aduan atau anjing buru biasanya juga memerlukan kupir untuk mencegah terlukanya atau tergigitnya daun telinga. 

3. Untuk kesehatan
Anjing yang dikupir biasanya memiliki kondisi didalam telinga yang lebih bersih dan kering. Berbeda seperti anjing yang memiliki daun telinga yang lebar dan menutupi lubang telinga biasanya akan lebih kotor dan basah. Anjing yang dikupir biasanya juga akan memiliki pendengaran yang lebih baik daripada sewaktu belum dikupir. 


Berikut Proses Kupir
Anjing harus dalam keadaan terbius total. Telinga yang akan di kupir sebelumnya di mal terlebih dahulu untuk mendapat bentuk yang diinginkan. 
Setelah di mal , telinga diberi penjepit agar selama proses tidak mengeluarkan darah yang banyak.
Telinga selesai dijepit dengan penjepit khusus untuk kupir.
Kemudian dilakukan proses pemotongan daun telinga dengan pisau khusus. Pisau ini menggunakan suhu panas agar dapat menghentikan pendarahan dengan cepat.
Kemudian dilakukan proses pemotongan daun telinga dengan pisau khusus. Pisau ini menggunakan suhu panas agar dapat menghentikan pendarahan dengan cepat.  
Setelah dipotong dengan pisau khusus, dilakukan pemotongan lagi dengan gunting operasi biasa untuk merapihkan.
Pada bagian telinga terdapat pembuluh darah yang besar. Bagian ini memang mengeluarkan darah yang cukup banyak tapi berkat pisau khusus ini pendarahan dapat cepat dihentikan.
Setelah pendarahan berhenti, bagian ini tetap harus dijahit karena luka akibat operasi ini cukup besar.  

Sisa daun telinga digunakan untuk mal telinga lainnya. Hal ini dilakukan agar bentuk kedua telinga sama.
Bentuk telinga sesudah dikupir.




Sesudah selesai operasi kupir, kedua telinga disamakan dan ditegakan untuk diplester.
Kedua telinga diplester pada bagian dalam.

Bagian luar telinga juga perlu diplester agar lebih kuat . Proses ini dilakukan agar telinga yang sudah dikupir dapat tegak.

Setelah proses operasi kupir selesai,kepala anjing diberi pelindung agar luka yang masih basah tidak digaruk.

 Setelah operasi selesai, anjing harus ditaruh ditempat yang aman karena ketika ia sadar mungkin akan agak sedikit pusing akibat dari obat bius.
AnjingKita.com mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Alm.Drh.Martopo, Martin Riady, dan Daniel Kwee sehingga artikel dan proses operasi kupir dapat terealisasi dan diposting di situs ini. 


Tips Melatih Anjing

 oleh wahyu
Banyak orang yang mengatakan melatih anjing merupakan hal yang cukup sulit, namun jika Anda mengetahui caranya, ini tidak terlalu sulit lho! Jika Anda ingin melatih anjing kesayangan Anda dengan mudah, Anda harus tahu caranya.

Berikut ini 10 tips melatih anjing:
  1. Selalu menghargai anjing Anda jika anjing Anda berbuat baik, hal ini akan mendorong anjing untuk mengulangi hal yang sama. Begitupun sebaliknya, jangan menghargai perilaku buruk anjing, agar perilaku buruk tersebut tidak diulangi kembali.
  2. Jangan menggunakan makanan sebagai hadiah, karena makanan dan minuman adalah kebutuhan dasar anjing.
  3. Jika Anda hendak memberikan hukuman tambahan terhadap anjing, bersikaplah tegas (sikap tegas dan keras berbeda lho!), buat anjing menjadi segan terhadap Anda.
  4. Hukuman yang Anda berikan harus bersifat edukatif atau dengan kata lain Anda tidak perlu melakukan hukuman dengan kekerasan. Berilah hukuman yang membuat anjing menghormati Anda sebagai tuannya
  5. Pastikan Anda menggunakan perintah yang sama kepada anjing dan jawaban yang sama setiap merespon tindakan anjing, hal ini akan membantu anjing mengingat setiap perintah Anda. Jangan lupa untuk selalu menyebutkan nama anjing Anda, setiap Anda memberikan perintah.
  6. Sebagai tahap perintah awal, coba Anda memulai dengan memerintahkan anjing Anda untuk duduk. lakukan perintah ini terus menerus sampai anjing benar-benar memahami perintah Anda.
  7. Gunakan kalimat atau kata-kata positif untuk memberi tahu anjing, saat anjing melakukan hal yang benar.
  8. Biasakan anjing Anda berinteraksi dengan manusia dan teman-teman anjing lainnya. So, secara rutin ajaklah anjing Anda bermain di taman atau berjalan-jalan.
  9. Anjing dalam usia muda relatif lebih mudah dilatih, oleh karena itu jika Anda berniat membeli anjing, belilah anjing dengan usia yang masih muda.
  10. Jika anjing Anda tidak merespon dengan baik semua perintah Anda atau tidak adanya kemajuan yang signifikan. Mungkin sudah saatnya untuk mengunjungi seorang pelatih anjing terampil di daerah Anda yang memiliki pengalaman untuk melakukan pekerjaan itu. Pelatih yang berpengalaman dan baik akan dapat membantu setiap anjing dengantrik-trik khusus.
sumber : http://hobby.ghiboo.com

Pelatihan Anjing adalah Wajib!!

Disadur oleh Winny Zhang - AnjingKita.Com



 gambar diambil dari http://id.prmob.net

Anda baru saja mendapatkan seekor anak anjing ataupun seekor anjing, latihan kepatuhan harus segera dimulai atau dimulai sesegera mungkin. Dengan memulai pelatihan sedini mungkin, anda akan mengajari anjing anda awal yang baik untuk belajar aturan-aturan dan batasan-batasan, sehingga ia akan mengerti apa yang dimaksud dengan perilaku yang diterima dan perilaku yang tidak diterima. Aturan dan pengetahuan yang anda dan anjing anda pelajari dan dapatkan melalui pelatihan kepatuhan harus diperkuat dan diingatkan secara terus menerus sepanjang hidup anjing anda untuk menjadikannya sukses.

Program pelatihan lebih efektif bila ada partisipasi pemilik dan juga interaksi, hal ini memungkin bagi pemilik untuk meneruskan pelatihan sendiri jika program tersebut telah selesai seluruhnya. 

Dengan menjadi konsisten, tujuan memiliki anjing yang memiliki perilaku yang baik akan terwujud. Bersikap tegas dan gunakanlah koreksi pada saat dibutukan dan pujian dan hadiah ketika anjing anda melakukan hal yang benar, akan membantu anda untuk mencapai tujuan ini. Pastikan untuk mengkoreksi perilaku yang tidak diinginkan dengan instruktur pelatihan. Selama la tihan kepatuhan, anjing anda akan mencari dan mendapat teman-teman baru. Tiga bulan pertama pada masa anakan anjing ketika mereka lebih jinak dan dapat dibentuk menjadi seekor anjing bersahabat yang dengan mudah dapat membentuk hubungan pertemanan.

Apabila seekor anjing disosialisasikan pada saat mereka anakan tetapi kemudian tidak diberikan kesempatan untuk berada disekitar anjing lain pada masa kedewasaan, mereka dapat lupa pelajaran sosial yang diberikan dan menjadi agresif ataupun takut terhadap yang lainnya. Cara yang baik untuk mencegah hal tersebut adalah dengan cara membiarkan anjing tersebut bersosialisasi disekitar yang lainnya dan berikan kesempatan padanya untuk bermain sepanjang hidupnya. Dari sana, bawalah anggota keluarga baru anda kemanapun anda bisa dengan anda, dengan mobil, berjalan kaki, ke taman dan ditempat umum sebanyak mungkin. Dalam mempertahankan rutinitas yang stabil akan membantu anjing anda memahami bahwa ini adalah bagian dari kehidupan sehari-hari normal, jadi dia tidak akan merasa terancam atau takut, terlalu gembira atau menjadi agresif.

Dengan berangsur-angsur mengenalkan teman baru anda dengan dunia disekitarnya, menerapkan dan menempatkan aturan yang telah anda pelajari kepadanya dalam praktek, anda berangsur-angsur menrubah anjing anda menjadi lebih sopan dan bersikap lebih baik, untuk anda dan juga di tempat umum, sehingga anda bisa membawanya kemanapun tanpa rasa kuatir atau prihatin bahwa anjing anda akan bersikap tidak baik. Seorang pemilik yang bertanggung jawab harus menghargai sikap anjingnya sebagaimana orang lain akan melihat dia dan pemilik anjing lainnya. Anjing yang berperilaku baik tidak akan menggeram atau menggonggong tanpa henti kepada orang lain ataupun anjing-anjing lain disekitarnya. Dia tidak akan menyentak dan menarik tali penuntunnya, meloncat kepada yang lain, atau terhadap benda yang tidak seharusnya.

Mounting bukan merupakan perilaku yang dapat diterima.  Untuk beberapa alasan, anjing-anjing yang dikebiri lebih berkelakuan baik di tempat umum dan disekitar anjing-anjing yang tidak dikenal. Sikap agresi akan lebih berkurang, menandai tempat (jika di kebiri sejak dini) tidak akan menjadi masalah, mounting akan menghilang dan akan lebih sedikit anak-anak anjing yang tidak diinginkan untuk dikuatirkan. Keinginan berkelana juga akan berhenti.
 
NB : Sekedar tambahan dari penyadur, bahwa latihan kepatuhan diatas maupun latihan lainnya sebaiknya disikapi secara positif oleh pemilik anjing. Jangalah menggunakan emosi (membentak, memukul maupun melakukan tindakan kekerasan terhadap anjing) jika anjing tersebut tidak dapat melakukan latihan yang baik dan benar. Semua latihan membutuhkan komitmen jangka panjang dan pengulangan (repetition), karena setiap latihan pasti akan menyita perhatian, waktu dan kesabaran pemilik dalam melatih anjing. Selamat mencoba.



Minggu, 03 Februari 2013

Tentang Doberman

Doberman Pincher terlahir dari dunia yang keras sekitar tahun 1890 setelah masa perang antara Kerajaan Perancis ke-2 dan Kerajaan Prussia. Kata Doberman sendiri berasal dari seseorang yang bernama Karl Friedrich Louis Dobermann, yakni seorang pemungut pajak dan pemilik sebuah penangkaran anjing di Kota Apolda, Jerman. Dengan latar belakang pekerjaannya yang sangat beresiko karena banyak berhubungan dengan bandit-bandit lokal di daerahnya tersebut, maka Karl Dobermann melalui penangkaran anjing miliknya mulai mencampur beberapa jenis anjing untuk mendapati seekor jenis anjing yang dapat Ia gunakan sebagai companion-dog sekaligus anjing penjaga (guard dog) saat Ia sedang menagih pajak. Sejak itu lahirlah seekor Dobermann Pinscher pertama. Belum diketahui dengan pasti jenis-jenis anjing apa saja yang telah dicampurkan untuk menghasilkan jenis anjing Dobermann Pinscher, namun dari bentuk dan perawakannya memiliki banyak ciri-ciri anjing jenis lain yang saat ini dikenal sebagai Rottweiler, Beauceron, Greyhound, Weimaraner, hingga German Shorthaired Pointer.

Karakter lengkap yang dimiliki oleh jenis Dobermann Pinscer (DP) ini antara lain keberanian, kekuatan, kecepatan, ketahanan, kepintaran, serta yang tak kalah adalah kesetiaan kepada sang pemilik. Banyak yang mengatakan bahwa anjing berjenis DP ini merupakan one man dog, yakni jenis anjing yang hanya patuh dan setia kepada pemiliknya saja, namun yang lain berpendapat bahwa DP tak beda dengan jenis anjing lain yang kepatuhan dan kesetiaan yang dimilikinya tergantung dari cara perawatannya sedari kecil. Namun terlepas dari kedua garis besar pendapat tersebut, sesuai dengan sejarah perolehan jenis anjing DP ini, hingga kini DP kerap digunakan sebagai anjing penjaga hingga anjing kepolisian karena memang karakter seperti inilah yang diperlukan.

Permasalahan kesehatan yang kerap terjadi di anjing jenis ini adalah Dilated cardiomyopathy (DCM), yakni seperti lemah jantung pada hewan dimana jantung kurang memiliki kekuatan untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Permasalahan lain adalah Cervical Vertebral Instability (CVI), von Willebrand's Disease, hingga penyakit pada bagian prostat.

sumber: en.wikipedia.org